SEMUA TENTANG RADIO - 95.2 Bandung Radio

INFO BANDUNG

Post Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Tuesday, January 29, 2019

SEMUA TENTANG RADIO

SEMUA TENTANG RADIO
November 15, 2012

Radio
Radio adalah salah satu media masa, media informasi dan juga media komunikasi. Radio menyampaikan informasi dengan bahasa lisan dan media auditif (pendengaran) sebagai penerima sehingga, radio dapat didengar oleh semua orang  dan kalangan termasuk penyandang buta aksara (buta huruf ) dan visual.
 Radio merupakan sarana tercepat dalam menyampaikan sebuah informasi tak terbatas oleh ruang dan waktu. Selain itu, radio juga dapat di dengar sampai ke pelosok daerah yang belum terjangkau oleh listrik sekalipun. Walaupun radio tidak dapat memberikan gambaran visual secara mendetail namun, disitulah letak keistimewaan radio sebenarnya. Karena hanya radiolah satu-satunya media komunikasi yang dapat menciptakan gambar di ruang imajinasi pendengarnya, karena pesan yang bersifat selintas dan dengan penyampaian informasi yang mendetail serta  jelas dari penyiar dapat membangkitkan pendengar untuk berimajinasi.
      Sejarah Singkat Mengenai Radio
Asal mula adanya sebuah radio didasari oleh sebuah penemuan-penemuan di bidang fisika pada Abad XIX M. Gaglieso Marconi, ilmuwan Italia, diakui sebagai “penemu pesawat radio”.  Pada awal tahun 1890-an beliau mempelajari ilmu- ilmu dasar temuan para ilmuwan sebelumnya dan berusaha mengembangkan dan menerapkannya. Hasilnya, peralatan transmitter (pengirim) dan receiver ciptaannya tersebut mampu mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa kawat.
Pada tahun 1918, Edwin H Amstrong dari Universitas Kolombia mengembangkan alat penerima gelombang radio, yang biasa disebut Super heterodyne circuit. Pada 1933 Amstrong memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada. Namun, ia keburu meninggal dunia sebelum sempat melihat bagaimana kesuksesan penemuaannya sekarang ini.
Teknologi radio sebagai media siaran umum mulai dikenal setelah peristiwa tenggelamnya kapal pesiar mewah Titanic pada 1912. Penderitaan para penumpang tersebut diceritakan melalui media ini. Sehingga menimbulkan penghargaan khalayak terhadap media radio, yang kemudia dikenal sebagai telegram tanpa kabel (wireless telegraph). Baru pada tahun 1920an. Media tanpa kabel ini dikenal dengan nama “radio” (Olii, Helena, 2006)
      Penggolongan Dan Pembagian Radio

1.      Berdasarkan teknik modulasi
Dalam pengoperasiannya radio menggunakan teknik modulasi, di mana sinyal yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal pembawa (carrier). Analogi sederhananya adalah jika kita inggin pergi ketempat yang sangat jauh (tidak dapat dijangkau dengan jalan kaki) maka kita harus menumpang/menaiki alat transportasi untuk dapat kesana.
 Jadi, berdasarkan teknik modulasi yang sering digunakan radio dibagi menjadi FM (frequensi modulation) dan AM (Amplitudo Modulation). perbedaannya adalah berdasarkan perubahan naik-turun gelombang radionya. Gelombang FM dibedakan berdasarkan frekuensi, atau berapa banyak perubahan arah tujuan gelombangnya setiap detik. Frekuensi gelombang carrier (pembawanya) akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. Sementara gelombang AM berubah berdasarkan amplitudo, yang menggambarkan kekuatan spesifik sinyalnya. Amplitudo gelombang carrier akan diubah seiring dengan perubahan sinyal informasi (suara) yang dimasukkan.
 Gelombang AM (Amplitudo Modulation) memiliki rentang jangkauan yang lebih luas daripada gelombang FM (Frekuensi Modulation). Hal tersebut dikarenakan gelombang AM memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dibanding gelombang FM. Akan tetapi dalam perjalanannya mencapai penerima, gelombang AM akan mengalami redaman (fading) oleh udara, mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Akibatnya, informasi yang terkirim pun akan berubah dan mengurangi mutu informasi yang diterima.
Seperti halnya gelombang termodulasi AM, gelombang FM ini pun akan mengalami redaman oleh udara dan mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Tetapi, karena gangguan itu umumnya berbentuk variasi amplitudo, kecil kemungkinan dapat memengaruhi informasi yang menumpang dalam frekuensi gelombang carrier. Karena amplitude pada FM relative stabil. Akibatnya, mutu informasi yang diterima tetap baik. Dan, kualitas audio yang diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM. Jadi, musik yang kita dengar akan serupa dengan kualitas musik yang dikirim oleh stasiun radio
Selain itu, FM (Frequency Modulation) mampu memanjakan pendengar siaran karena menghasilkan suara yang lebih jernih/bening dan dapat diterima dengan pola mono atau stereo. Maksudnya, jika radio penerima kita hanya bisa menerima siaran mode mono, maka ia menampilkan suara mono. Sedang radio penerima tipe stereo punya pilihan untuk menampilkan suara mono atau stereo beneran (real stereo) sesuai dengan yang dipancarkan oleh stasiun radio siaran.
Gelombang AM mengalir dekat dengan tanah pada siang hari dan semakin tinggi ke angkasa pada malam haRi, yang artinya sulit untuk mendapatkan radius penyiaran selama jam siang. AM juga mudah terhalang oleh bangunan tinggi. Modulasi AM cocok digunakan untuk stasiun radio yang mempunyai pendengar mayoritas jauh dari stasiun pemancarnya sedangkan modulasi FM cocok digunakan untuk stasiun radio yang mempunyai pendengar mayoritas dekat dari stasiun pemancarnya atau masih dalam kota yang sama. Jadi, bisa disimpulkan bahwa meskipun gelombang AM dapat menembus jangkauan yang lebih luas dari gelombang FM, akan tetapi gelombang AM tidak seperti gelombang FM yang lebih tahan terhadap nois atau ganggguan-agangguan lainnya sehingga suara yang dihasilkan lebih jernih.
2.      Berdasarkan Sistem Manajemen Dan Operasionalisasinya
Jika dilihat atau ditijau berdasarkan sistem manajemen dan operasionalisasinya, radio digolongkan berdasarkan beberapa tipe, yaitu radio lokal, radio sindikasi, dan radio jaringan. Radio Local adalah stasiun radio yang melakukan produksi program sendiri dan menyiarkan sendiri program tersebut. Prerecorded/Syndicated Radio adalah stasiun radio yang mendapatkan program siarannya melalui beberapa sumber, misalnya supplier program, pengiklan, produser program atau dari stasiun lainnya. Network Radio adalah radio sistem jaringan, memiliki pola yang mirip prerecorded/syndicated radio, namun dengan jadwal program dan format siarannya yang tetap terkontrol dengan baik.
      Peran dan Fungsi radio
Apa sih fungsi dan peran radio itu sebenarnya?.
Sebagai media informasi dan komunikasi adalah suatu peran yang dimiliki oleh radio sedangkan fungsinya adalah untuk menyalurkan informasi dari sumbernya ke para penggunanya (pendengar). Selain itu masih banyak lagi peran dan fungsi dari radio antaralain, yaitu:
1.      Radio dapat berperan sebagai media perdamaian dengan dengan menjalankan fungsinya yaitu berempati & menyuarakan semua pihak, melihat konflik sebagai masalah dan proaktif untuk pencegahan lanjutan serta fokus pada dampak yang tak terlihat. Serta membeberkan ketidakbenaran dari semua sisi dan mengungkap kebohongan yang ditutup-tutupi.
2.      Radio berperan sebagai media pendidikan dapat memberikan atau menyebarkan ilmu pengetahuan ke daerah-daerah plosok sekalipun yang tidak dapat dijangkau alat transportasi.
3.      Radio juga berperan sebagai Media Informasi dan Komunikasi yang menyampaikan pesan (informasi) dari penyiar ke pendengar sehingga diharapkan terjadi perubahan prilaku/pemahaman pada pendengar.
4.       Terakhir radio berperan sebagai media hiburan melalui lagu-lagu dan cerita yang diputar atau disampaikan.

      Manajemen Dan Pengorganisasian Radio
Stasiun radio yang baik pada umumnya memiliki minimal terdapat 3 divisi utama dalam struktur organisasinya, yaitu divisi program, divisiteknis, dan divisi pemasaran. Divisi program bertanggunggung jawab dalam perancangan isi dan produksi siaran. Divisi teknis bertanggung jawab untuk mempersiapkan berbagai saran dan prasarana penunjang untuk kelancaran program siaran. Divisi pemasaran bertanggung jawab terhadapa kelancaran pelaksanaan operasional.
Penyiar ardio bekerja dalam team work disebut kru (crew) dipimpin oleh direktur utama yang biasanya adalah pemilik radio (Owner). Dibawah dirut  ada general manager yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional studio sehari-hari. Dibawah GM ada manajer, yakni manajer program atau populer disebut program director (PD), lalu manajer marketing dan manajer teknis beserta para stafnya.
Manajer Program merupkan “kepala siaran” atau bos penyiar, bertugas: Membuat jadwal siaran, memantau stasiun, mengontrol program untuk menjaga konsistensi dan  kualitas produksi radio serta beberapa tugas lainya.
Manajer marketing, bertugas mencari “duit” (iklan). Dialah yang mengatur penjualan jam siaran komersial (air time) alias mencari iklan. Manajer teknik, bertanggung jawab atas kualitas radio yang dikonsimsi pendengar. Saalah satu tugasnya yaitu mengoperasikan atau memastikan bekerjanya semua peralatan stasiun termasuk bekerjanya semua perlatan stasiun, termasuk soal pemancar, sesuai dengan parameter teknik yang ditentukan oleh pemerintah atau lembaga yang berwenang.
Music director, sebutan populernya adalah MD, bertugas: Menyusun daftar lagu (play list), menyeleksi lagu menentukan boleh tidaknya sebuah lagu diputar diruang siaran oleh penyiar. Manajer produksi, tugas utamanya adalah: menentukan sesi rekaman, menangani spot-spot iklan dan promosi program dan bersama staf teknisnya bertanggung jawab atas kualitas audio sebuah lghu, lalu mengeditnya biar enak didengan dan layak siar.
Produser disebut pengarah acara, bertugas: Menangani khusus satu atau lebih program siaran, menentukan materi siaran, penyiarnya juga menentukan narasumber atau bintang tamu jika diperlukan.
News director, bertugas: Menangani berita-berita atau informasi yang harus disiarkan penyiar, meyeleksi bahan-bahan berita yang ada untuk disiarkan, memilih tema-tema untuk dibicarakan oleh penyiar bersama pendengar. Sedangkan, reporter  bertanggung jawab dalam mencari, mengumpulkan, menyeleksi dan mengolah materi pemberitaan sampai siap siar.
Script writer, penulis naskah siaran, anak buah langsung, tugasnya: mengedit naskah yang digunakan atau disiarkan oleh penyiar, menyiapkan berbagai bahan atau informasi yang mendukung sebuah program siaran, utamnya siaran berita atau siaran lain yang membutuhkan naskah misalnya, tips atau info ringan.
Public Relations, tugasnya menangani: Proposal kerjasama dan mengkoordinasikannya dengan program director (PD) dan Manajer Marketing, menjalin hubungan biak dengan lembaga-lembaga potensial menjaddi pengiklan, pendukung program siaran dan pendengar setia serta membagun citra Positif radio. Off Air Division, bagian khusus menganani acara non siaran distudio.

Sumber : http://nersnova.blogspot.com/2012/11/semua-tentang-radio.html 

Post Top Ad

test banner